29 September 2005

TANGGUNGJAWAB MORAL TV LOKAL

TV adalah institusi bisnis. sepertinya hampir semua orang mengerti paradigma itu. sebagai salah satu crew TV di Indonesia, sejak awal saya sudah diinjeksi dengan paradigma serupa. pokoknya buat acara yang bisa menghasilkan uang, jelek atau bagus itu relatif. mutu diukur dengan rating dan share.

saat tiba di lincoln, Nebraska, sebagai orang TV saya meminta agar bisa meliput sebuah TV lokal disana. saya mewawancarai Roger Moody, general manager KLKN TV sebuah saluran komersial lokal afiliasi dengan sindikasi ABC.

Dia memberi gambaran sederhana tentang Tv lokal yang ia pimpin. Sebagai sebuah Tv yang siarannya menggunakan bandwidth milik publik, KLKN memiliki obligasi memberikan sesuatu untuk publik. bukan dalam bentuk uang, tapi jasa. beberapa contoh tindakan dikategorikannya sebagai pelayanan masyarakat. saya bertanya contoh kongkrit, dan dia menjelaskan.

setiap tahun mereka selalu menyediakan iklan layanan masyarakat yang disiarkan gratis. Stasiun televisi bahkan menanggung biaya produksinya. mereka juga merelakan slot, bahkan terkadang di prime time, untuk layanan masyarakat.
Contohnya saat penggalangan dana taufan katrina. Selain mengadakan pencarian dana off air, mereka memberikan slot on air satu jam penuh untuk acara amal pengumpulan dana. mereka juga menyediakan tempat dan tenaga untuk mengumpulkan sumbangan itu.

televisi di seluruh amerika serikat juga punya program yang bernama Amber Alert. apabila terjadi penculikan terhadap anak-anak, mereka akan menayangkan foto si anak, deskripsi penculik dan data-datanya dalam slot 30 detik dengan jeda setiap 1 jam sampai ada kepastian kabar anak itu. mereka juga melakukan rolling teks tentang peristiwa itu. setiap TV akan otomatis menjadi hotline yang menyalurkan informasi apapun ke poisi.

dan mereka adalah televisi swasta yang tidak diberi subsidi.

rasanya malu juga saat aku bertanya alasannya. Moody menjawab, itu merupakan salah satu terjemahan dari tanggungjawab moral mereka. walau keluar uang banyak, tak masalah. dengan berbagi pada pvlik mereka juga menjamin kelangsungan masa depan mereka, dengan image positif yang dimiliki oleh stasiun dan presenter mereka yang biasanya jadi ujung tombak penggalangan dana.

rasanya malu juga kalau ingat TV komersial indonesia yang cuma merasa bertanggungjawab pada rating.

Image hosted by Photobucket.com

percaya atau tidak? di daerah pedesaan Amerika, acara yang dianggap paling penting dan bergengsi (tentu dengan rating tinggi) saat ini adalah ramalan cuaca... benar memang, kalau orang yang mengerti bisa menjual apa saja...

1 comment:

  1. Anonymous5:21 PM

    wooowwww.....
    smoga mas didit bisa mendapat manfaat dari pengalaman itu.... ( jangan cuma malu dooongng...!! hehehe :P )

    ReplyDelete